Selasa, 28 Februari 2012

I am Not Worth?

My love is not the best zee.
I knew that very well.
Tapi at least aku berusaha,
Dan ingin usahaku di apresiasi.
Aku ingin mengerti,
Ingin mengerti arti kalimat “memang sifat asliku seperti ini”,
Menerima just the way it is, the way you are.
Tapi dilain pihak semuanya terasa bertentangan.




Pendiam tidak bisa dijadikan alasan untuk “tidak peduli”
Pendiam tidak bisa dijadikan alasan untuk “tidak member kabar, sms setidaknya”
Aku benci bila aku mengirim sms yang kemudian tidak kamu balas.
Apalagi hanya dengan alasan malas.
Bila aku berarti untukmu, kamu akan berusaha untuk mencariku.
Dan yang terjadi adalah, kamu tidak mencariku sama sekali….


I am not worth?

Kamis, 09 Februari 2012

Kamu Selalu...












Kamu selalu membiarkan aku menebak-nebak tanpa kemudian memberi tahu apakah tebakanku benar atau tidak.
Kamu selalu bersikap biasa saja saat aku berusaha menujukan perasaanku yang kamu tahu persis adalah bukan perasaan yang biasa-biasa saja.
Kamu selalu terlihat menikmati saat aku kesal, menunggu, bertanya-tanya apakah yang aku rasakan sama seperti yang kamu rasakan.
Kamu selalu sengaja membuatku penasaran.
Dan tadi malam, kamu sengaja membiarkan aku berdiri disana, memandangi punggungmu yang menjauh meninggalkanku, 5 menit yang mampu membuatku sedih selama 30 jam berikutnya.

Kamis, 02 Februari 2012

Aku Hanya Ingin Jatuh Cinta Dengan Normal.....

Sebenarnya sangat sederhana,
aku hanya perlu menerima reality bahwa u don’t want me into your life.
Simple sekali. Dan bukan berari aku tuh ga nyoba.
Aku coba kok.
Masih kurang gitu nge-offline bbm biar ga terus-terusan update sama status kamu?
Masih kurang gitu nge-delete no telpon kamu dari handphone (yang sebenarnya percuma di lakuin karena no kamu udah nyokot erat-erat di memory aku).

I am so stupid.
I try to let go, tapi aku juga yang bikin usaha sia-sia.
Haruskah aku bisa move on ninggalin wish aku tentang kamu di belakang?


Kenapa harus aku?
Kenapa harus kamu.
Aku harus apa?
Aku salah apa?
Aku hanya ingin jatuh cinta dengan normal, itu saja...

(serius, ini aku tulis sambil sesengukan nangis depan screen computer)